Translate

Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Monday, July 10, 2017

Mahasiwa dan Budak Materi


Kematian gerakan Mahasiswa adalah matinya nilai dan nalar. karena sudah penuh dengan otak kosong. percuma kalian baca buku Sukarno. buku Tanmalaka Karl marx Lenin. Stalin. buku Hatta buku syahrir itu semua omong kosong belaka. ideologi kalian hari ini sudah terjebak dalam dunia materi. katajaman otak kalian sudah tergantiakn dengan tumpukan uang dan iming-iming jabatan. Kini kita bertanya kemana gerakan mahasiswa hari ini? Apakah kalian semua tidur ataukah hanya jadi massa, aksi bayaran yang tak jelas arah gerakannya.

kita juga bertanya kenapa masih banyak orang yang mau kuliah dan mengejar perguruan tinggi toh ahirnya mereka akan jadi budak pabrik atau budak dari tuan yang menyuruhnya, bukankah hidup ini adalah kebebasan dan kemerdekaan. saatnya kita sadar bahwa bukanlah kita di cipta untuk di perbudak oleh majikan, atasan, ataupun seneor.

kita harus bebas sejak dalam pikiran menentukan jalan arah tujuan. harus kita selalu ingat dan kita tanamkan bahwa hidup ini bukanlah untuk menjadi budak dari materi. kalian aksi turun kejalan karena hanya tuntutan materi bukan kerena tuntutan perjuangan melawan ketidak adilan. saatnya kalian mahasiwa bertanya pada diri sendiri.

Bayak tugas yang harus kalian selesikan hari ini.  Bagi Mahasiwa baru apa tujuan kalian mengeyam pendidikan tinggi-tinggi toh kalian nati akan jadi budak, bahkan juga banyak yang jadi pengangguran. yang jelas mereka juga sudah pernah menjalani mengeyam pendidikan di peruguruan tinggi.

Kita akan bertanya pada mahasishwa jika 1928 lahirlah gerkan yang mampu manjadi sepirit tonggak perjuangan gerakan budi utomo sampai 1998 mahsiswa selalu hadir membawa perubahan. kini saya akan bertanya kalian ada di mana dan berada di posisi yang mana? ataukah kalian memang tak punya sikap layaknya jadi sorang banci yang tak punya nyali?

Saya katakan mahasiwa hari inji harus terus bergerak membawa perubahan yang lebih baik . tugas kalian buakan hanya mengerjakan tugas-tugas dari dosen tapi kalian punya tugas yang sangat bessar karena kelak kalianlah yang akan meminpin negra ini, jika kalian hari ini hanya menjadi mahsiwa yang bisa mengerjakan tugas dosen bersiap-sipalah kalian selama akan jadi budak.  (Sabda Perjuangan)

 
Selanjutnya

Sunday, July 9, 2017

Zaman Sikut-sikutan

Zaman sikut-sikutan siapa yang tidak kuat dia bakanlan kesikut dan dan terpental dari arus kehidupan atau dia bisa bertahan, namun tak mampu memberikan monopoli perlawanan. ia zaman iani memanglah zaman edan

antara benar dan slah serba jadi absurd. semua bisa saja jadi mungkin atau bankan sebaliknya menjadi hal yang sangat mustahil. barang tentu kita sering dengar"siapa kuat dialah yang bisa bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. maknya kita ini disebutnya dengan makluh adaptif.

Konon nenek moyang kita dulu juga suka berpindah-pindah alias bukan menjadi manusia yang Setagnan. ingat tapi yang jelas bukan mahluk homo ia. jagan di slah artikan. jadi wajar jika dalam hidupnya mereka sering berpindah dari satu tempat, ketempat yang lain. maklum dulu mereka masih belum punya rumah untuk bernaung.

jadi ia mereka mencari gua untuk mereka berlindung dari panas dan hujan. bukan berlindung pada yang milik modal dan juragan loh... sehingga mereka bisa menjadi makluk mandiri dan tidak bergantungan. ia mereka hanya bergantung pada tuhan dan alam. sehingga mereka cinta lingkungan nah beda dengan sekrang manusia sudah pada rakus di jual sama perusahan dan pemodal.

sementara itu seudah jelas akan menacam ekosistem kehidupan dan bumi ini jati rentan musibah melanda. rentan pertikaian juga rentan rebut jabatan. eh salah yang benar rentang lonsong banjir yang itu jadi langganan kita setiap musim hijan datang. kenapa hal itu terjadai ia wajar kerena ekosistem sudah tidak setabil Juga baca tulisan saya di Harkatnews.com
Selanjutnya

Zaman Dukun

Zaman perdukunan. zaman ini hanyalah milik para dukun dan tukang begal Begal pajak negara atau dukun yyang bisa membolak balikkan mana yang benar dan mana yang salah semuanya telah bekerja sama untuk menguras uang negara dan uang rakyat.

ia dukun itu telah mampu mamberikan jampe-jampe bagi segenap bangsa ini untuk menidurkar orang hidup dan mendiamkan orang yang sehat. bagai mana tidak semuanya itu telah merekan lakukan untuk berkompromi dengan para pejabat dan para begal di negara ini.

tukang begal semakin langgeng dengan barang yang di begalnya, sementara yang tidak bisa membegal mereka berusaha tuk jadi pembegal baru. sementara dukun itu telah siap dengan segala ilmu kanuragannya untuk membuat orang terlelap.

Barang kali orang sehat bisa semakin sehat. sementara  yang yang lemah semakin lemah di buat tak berdaya oleh para pemberangus negara ini ah ia sudahlah ini sekarang jaman dukun dan para begal besar
 kita juga sering meliahat mereka bersandiwara di pentas negara ini semantara kita sebagai rakyat hanya bisa menyaksikan mereka bersandiwara  Harkatnes.com

Selanjutnya

Thursday, February 2, 2017

Sikap NU

Sikap NU
“Jangan sesekali kamu membangunkan Singa yang sedang Tidur”

Itu ungkapan yang tepat atas kejadian disidang 31 januari 2017 kemaren.  Sekali dia bangun akan hancur kau diterkamnya. Apakah kamu akan mengulang kejadian berdarah di negeri ini? atau mau mengulang saat kita mengusir penjajah di negeri ini. Tak ada kata tidak siap bagi pemuda  Nahdhatul Ulama (NU). Mereka diam bukan berarti tidak berani seperti saat Gusdur di lengserkan. atau saat gusdur dihina kita tak pernah diam tapi pinpinan kami selalu milih jalan damai untuk menjaga keutuhan NKRI

Merawat NKRI butuh perjuangan yang ekstra bagi warga Nahdhiyin. Dalam meyikapi hal ini saya sebagai warga NU salut dengan ungkapan ki Ma’ruf Amein bahwa dia memilih untuk memafkan. Namanya juga sudah minta maaf ungkap beliau.

Sikap yang selalu mencerminkan sikap bijaksana. Tentunya menjadi nilai lebih, agar kita dapat melihat lebih jauh bagaimana seharusnya kita Warga NU dalam menentukan sikap. Bukan selalu mementingkan Ego ke NU-an.  kita harus bisa menegendalikan ego ke NU-an kita dalam bertindak dan bersikap sehingga nilai-nilai yang di ajarkan oleh Islam Ahlussunnah wal-Jamaah dapat kita aplikasiakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahwa dalam beriskap, kita harus menjaga keseimbangan antara hubungan tiga nilai yang sangat penting  agar dapat terwujud  Ekosistem kehidupan yang harmonis . Yaitu; pertama Hablum Minallah. Yaitu cara menjaga hubungan kita dengan sang pencipta. Kedua Hablum Minannas hubungn akita dengan manusia dan Hablun Minal Alam. Hubungan kita dengan alam.  dapat berjalan dengan seimbang.     

Dalam kehidupan sehari-hari kita harus tetap bisa menjaga nilai-nilai tersebut gara kita tidak berjalan dengan pincang. Dan tidak menjadi agamawan yang Jumud. Menjadi orang yang Gampang menghina dan mengkafirkan orang lain, menjadi buta dengan agamanya. tapi jauh dari nilai-nilai keberagamaan. Gampang jadi agama urakan yang ingin instan masuk surga tapi di lupa bagai mana cara yang paling benar menuju surga itu sendiri. menjadikan agama sebagai  ancaman yang serius bagi keberlasungan ekosistem kehidupan. 
Selanjutnya

Tuesday, January 31, 2017

Ahok. FPI dan Akal Sehat

Ahok. FPI dan akal Sehat

Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarata 2017,  samapai hari ini, masyarakat kita masih disuguhi isu-isu seputar penistaan Agama. Tidak tanggung-tanggung, isu ini mampu mereduksi masyarakat kita sendiri menjadi dua Kubu. Satu kubu adalah mereka yang pro Ahok, sedangkan satu kubu lagi adalah mereka yang pro FPI. Kesimpulan seperti ini tentunya merupakan kesimpulan dari saya. Namun memang demikianlah yang terjadi; ada histori pengetahuan yang menbuat kesadaran kita absurd. hal ini terjadi akibat penggiringan media yang sedemikian sengitnya kayak dunia sudah mau kiamat. orang yang pro terahadap FPI dia mangaku paling punya agama dan paling benar.  ada yang anggap menista agama bahakan ualama sering jadi sasaran dari kelompok ini. sedangkan orang yang pro terhadap hadap Ahok akan menangkal semua argumen tersebut. ia itualah gambaran politik.



untuk menghakimi asumsi ini tentunya ada beberapa pertanyaan, apakah Ahok benar-benar telah menistakan Agama?. logika normal akan tentu bisa menjawab dengan mudah, atas tudingan pernyataan ahok bahwa ada oknum yang sering menyalahgunakan agama untuk kepentingan kelompoknya.  dewasa ini kita tentu bisa membuat kesimpulan. Bahwa bukanlah surah al-Maidah itu sendiri yang berbohong ketika Ahok mengatakan, “Jangan mau dibohongi pakai surah al-Maidah”, melainkan ada subjek yang berbohong.



Fakta bahwa orang membuat kesimpulan yang berbeda seringkali bukan karena ia tidak mampu menggunakan akal sehatnya, bukan pula karena ia tidak memiliki akal sehat sama sekali, melainkan karena ia mengingkari suara akal sehatnya sendiri hanya demi cintanya yang patologis terhadap Agama. Padahal keberlangsungan suatu Agama menuntut akal sehat para penganutnya, bukan cinta yang tidak berdasar.

Perkataan Ahok diatas, yang memicu terjadinya kontroversi, akan lebih tepat jika dimaknai sebagai ungkapan preskriptif ketimbang deskriptif. dalam ungkapan Filsafat dia lebih tepat di sebut sebagai ungkapan das sollen (Apa yang seharusnya) ketimbang das sein (Apa yang senyatanya). Oleh karena itu, terlepas dari apakah subjek yang berbohong tersebut benar-benar riil atau tdak, tidak akan menciderai makna yang dikandung ungkapan itu sendiri; bahwa setiap orang, kapan pun dan di mana pun, tidak boleh membohongi masyarakat terlebih-lebih jika itu dilakukan dengan menggunakan Ayat-ayat Suci.

Dari ungakapan saya di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Ahok tidaklah menistakan Agama. Permasalahannya kemudian adalah, dapatkah Agama itu dinistakan? Pertanyaan di atas akan membuat ide tentang penistaan Agama itu sendiri menjadi absurd. Itulah mengapa akan menjadi absurd pula membuat dikotomi antara mereka yang sengaja menistakan Agama dengan mereka yang membela Agama dari penistaan itu sendiri.

Anggapan bahwa Agama dapat dinistakan tentu tidak sama dengan mengatakan bahwa Agama itu sendiri secara intrinsik telah ternistakan. Agama adalah suci, dan kesuciannya tidak akan terciderai sekalipun ia dicecar dengan ribuan penistaan. Terkait dengan Ahok, terlepas dari dapat atau tidaknya Agama itu dinistakan, senyatanya ia tidaklah menistakan Agama.

Dengan tulisan ini penulis tidak bermaksud mengungkapkan rasa simpati terhadap Ahok hanya karena ia adalah Ahok, melainkan sejauh Ahok itu sendiri berada di pihak yang benar. Dan sekalipun Ahok berada pada pihak yang benar, hal itu tidak akan pernah cukup untuk menjadikannya Tuhan yang patut diper-Tuhan-kan. Demikian dengan FPI, dengan segala kekeliruannya, tidak akan pernah cukup untuk menjadikannya kumpulan para Preman yang patut di Untuk di Penjarakan. Biarkan kebenaran itu Bicara dengan sendirinya tak pantas kita untuk saling mendewakan atau bahakan kita saling menghujat untuk kepentingan


* Tulisan ini dimuat di Satu Nusa News*
Selanjutnya

Wednesday, December 14, 2016

Tuhan dan Moralitas Agamawan Modern

                                                       Tuhan dan  Moralitas Agamawan
keterlibatan tuhan dalam setiap ciptaanya, dapat terlihat dalam dimensi yang dapat memungkinkan adanya suatu "Ciptaan". tuhan adalah merupakan aktulitas nontemporal yang harus kita perhitungkan dalam tahap kreatif. setiap tahap kreatif juga di tentukan oleh anteseden-antesedennya (para "pendahulu"-nya), determenasi ini meyebabkan adanya konformitas dengan suatu "keteraturan umum" (common order)

Selanjutnya

Tuesday, December 13, 2016

Menanti Sang Messias

                                                               Menanti Sang Messias
                     Sebuah penantian sang juru penyelamat, cukup melelahakan  Bukan?
Mysterium Tremendum Et Fascinas (Misteri yang membekau dan menggetarkan) begitulah

ungakapan “Derrida”


Hari ini indonesia di landa krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin negara.

Masyarakat mulai mengalami masa sekeptis. Sehingga muncul gerakan-grakan sekuler yang

mengancam keutuhan Negara NKRI dan UUD 1945. Agama di jadikan kendaraan politik

untuk saling hujat menghujat dan mengintimidasi kelompok yang lain.
Selanjutnya

Sunday, February 21, 2016

lGBT, Sebagai Realitas Sosial..?

LGB,T Sebagai Realitas Sosial..?
(Study atas pemikiran Foucault)

Membincang lesbian. Guy, Biseksual dan transgender (LGBT) yang baru menjamur di tubuh masyarakat. Merupakan perbincangan bangsa yang pantas untuk kita perhatikan. Untuk Membicarakan sexualitas dalam kerangka hasrat. Maka foucault dantang sebagai sosok postmodern yang datang dengan gagah membicarakan tentang hasrat dan kuasa pengetahuan. Dia akan mengupas cara membebaskan manusia dari kuasa/pengetahuan modern yang berupaya menaklukan tubuh. Selama ini hasrat dalam pandangan psikologi dan psikiatri adalah patologis. Menyatakan hasrat sexual sama dengan mengklasifikasikan diri sendiri dalam kategori ilmu psikologi dan psikiatri. kita butuh proyek sexualitas yang  dalam upaya membicarakan kasus LGBT.

Dalam pandangan sexualitas foucault memberikan pandngan benang merah. Dia membedakan antra hasrat dan kenikmatan. Hasrat bagi dia adalah peneguhan subyek melalui praktek sexual. Sedangkan kenikmatan adalah praktek sexual yang tidak memberikan batasan pada diri. Kenikmatan adalah sesuatu yang tidak bisa di klasifikasikan ia merupakan penemuan-penemuan yang tak bernama. Foucault menyebutnya dengan “ etos penulakan kreatif” terhadap hegemoni sexualitas modern.

Ketika kita mencoba membebaskan mereka dari tirani sexualitas maka dengan sendirinya kita sudah melepaskan diri mereka (LGBT) dari mendapatkan hasrat/kenikmatan. Pada dasarnya foucault melihat fenomena tersebut adalah merupakan proses “mengada' atau sebagai jalan hidup. Dengan bahasa lain kita tidak hanya melihat mereka dari homosex tapi kita melihat kemungkinan potensi yg dimiliki oleh mereka.

Dalam history of sexuality,  Foucault telah memikirkan suatu bentuk formasi sosial baru yang memungkinkan pasangan sejenis membangun hidup. Kemungkinan itu baginya ada pada ranah persahabatan. Diskursus homosexual dll telah di upayakan untuk dapat diakui dalam institusi seperti keluarga, Foucault memilih mengeksplorasi potensi persahabatan yang merupakan ranah kemungkinan yang masih terus bergerak, tempat dimana pola-pola relasi terus diuji cobakan.

Persahabatan sebagai jalan hidup, merupakan eksperimen Foucault untuk memberi jalan keluar dari tirani sexualitas yang terus “menghantui” relasi antar manusia, seperti yang kerap kali di dakwahkan oleh para pengikut “Freud”.
Sex bukanlah tempat kita menemukan kedirian atau self (sebagai perempuan/laki-laki/hetero/homo) melainkan relasi yang darinya kita mesti bertanya apa yang dapat dimungkinkan dari suatu model hubungan? Etika Foucaldian semacam ini, tentu saja tidak hanya berlaku dalam konteks pembebasan kaum homosexual, melainkan juga dalam relasi hetero sekalipun, karena hanya dengan begitu ia memungkinkan bagi suatu upaya pembebasan.

lGBT bukanlah sesuatu yang tabu, atau bahkan harus di larang. Tetapi hal ini menurut saya perlu mendapatkan perhatian yang seirus karena mereka juga adalah warga negara yang pantas mendapatkan hak perlidungan oleh negara

Menjadi persoalan kemudia, ketika negra kita ini jadi negra yang "kagetan", Melihat kemajmukan bangsa. Dalam mengatasi hal ini tentunya kita bukan akan membicarakan halal dan harom namun, bagaimana bangsa sepatutnya memberikan pelayanan yang sama teradap mereka baik di wilayah Domistik maupun konstruk sosial

Maslah LGBT ini sebenarnya dalah persoalan "point of few ". Atau bahkan saya bisa katakan hal ini power of knowlage. Artinya bagai mana pengetahuan kita mengkonstruk masalah LGBT. Hal ini tentunya banyak faktor yang bisa kita lihat pertama hal ini bisa saja karena "kospirasi" negara yang punya kepentingan.

kedua, kesalahan cara pandang tokoh menyikapi hal ini. Ketiga, adalah pihak yang mengalami permasalahan oreintasi sex terlalu menggebu-gebu menyuarakan haknya.

Keempat, orang LGBT sudah terpengaruh oleh negara-negara Yang sudah melegalkan LGBT. Yakni negra kita sekarang berada dalam kelinci percobaan. Maka menurut saya kita sebagai Mahasiswa harus cerdas membaca pesoalain ini. Terlepas ada pihak yang pro dan kontra.
 M. Adi
Penikmat sunyi

Selanjutnya

Saturday, December 26, 2015

Sepotong Surat Kopi Untuk Pacarku



Sepotong Surat Kopi Untuk Pacarku




''Besabarlah wahai engkau bidadari yang kupuja, aku masih di warung Kopi”
 


Sayang, janganlah pasang wajah kusutmu itu di depanku, ketika aku menjawab jujur pertanyaanmu bahwa aku sedang di warung kopi. Berhentilah mengomel dan tetaplah duduk manis, bersabar menunggu aku pulang dari rutinitas ngopiku, setelah aku pulang nanti, akan aku ceritakan tentang keistimewaan kopi. Kamu harus tahu bahwa banyak tokoh-tokoh jenius yang kita pelajari gagasan dan karyanya, lahir dari kopi. mereka banyak membuat karya yang menyanjung kopi, seakan-akan mengucapkan terimakasih pada kopi yang telah menumbuhkan inspirasi. mengelu-elukan layaknya penyanjungan terhadap agama dan keimanan mereka sendiri, seperti salah satu tokoh sastrawan kita, joko pinurbo namanya, puisinya berjudul Surat Kopi, nanti akan aku bacakan secara lantang didepanmu.
Selanjutnya

Saturday, May 16, 2015

Pendidikan Atau Kematian Akal Sehat?

Pendidikan Atau Kematian Akal Sehat?
Pendidikan umumnya menciptakan kelas dahsyat  yang terdiri  atas angakatan bodoh baru demikian kutipan Aldous Huxly
Mengigat pendidikan di negara kita ini seakan lucu dan bahkan kami merasa muak. Dalam peraturan tentang pendidikan elit negra telah mengatur sedemikian rupa tentang pendidikan. Mulai dari predikat: Biasa, puas, dan sangat memuaskan. Pertayaanku memuaskan siapa dan siapa yang dipuaskan?
Pernahakh dalam benak kita membayangkan siapa yang berhak menagatur kelas Ekonomi dan derajat kita juga di ukur berdasrskan kelas ekonomi.  Munculnya kelas baru dalam dunia pendidikan tersebut, kami merasa sangat miris. Karena nilai Manusia di kalsifiskasi berdasarkan tingkat ekonomi.
Tingkat pembayaran diatur berdasarkan kelas ekonomi, hantu kapitalis itu semakin menampakan diri  di negara kita. Tapi mnegapa kesadaran kita belum sempat menyoal atau bahkan mengkritisi kenyataan ini? Apakah kita masih betah melihat hantu berkeliaran itu?. Karl Marx  yang mencita-citakan masyarakat tanpa kelas telah mampu menggerakkan jutaan orang.
Tapi mengapa kita sebagai mahasiswa hari ini menjadi manusia hidup yang kehilangan nalar sehat dan akal budi. Kekritisan kita sudah tumpul.  Bahkan masih banyak yang merasa nyaman dengan realitas yang seperti ini.
Relaitas hidup di negra kita sudah mencerminkan masyakat yang kehilangan idelisme dan akal budi, mahasiswa  bergerak hanya mengikuti rutinitas yang hanya berputar dalam lingkaran itu, tidak ada yang bisa mampu mikirkan apa yang di butuhkan negara hari ini. Mereka terjebak dengan Elitisme dan Modernisme.
Abad 20-an yang lalu kaum intelektual merisaukan kaum elitis dan bangsawan. Namuan di negra kita hari ini telah banyak yang mengalami kebodohan dan kamtian intelektual, sehingga kekeritisan yang dimiliki telah tumpul. Dan banyak katian manusia baru kami temukan. Mereka hidup layaknya orang mati.
Selanjutnya

Friday, May 15, 2015

Pembuktian tentang "Ada"

OLEH: M.ADI

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yogyakarta
Fakultas Usuluddin Aqidah dan Filsafat


"Yang Ada"
Materi kuliah yang dilakukan dosen pada siang ini adalah "pembuktian mengenai sesuatu itu benar-benar Ada" untuk membuktikan bahwa kursi itu ada adalah bisa kita lihat. yang ada hanyalah konsepsi tentang pikiran kita tentang kursi yang ada dalam Indra bagai mana membedakan antara alam kesadaran dan alam kenyataan?

konsepsi tentang yang ada itu misteri karena kita tidaka punya akses langsung pada keberadaan itu, akses kita tentang ada itu tidak bisa langsung ke eksistensinya langsun. untuk kita membincang tentang yang ada itu kita di antara ada dan tiada. ada dalam pikiran itu hanyalah proses kesadaran kita tentang ada yang untuk membuktikan keberadaan itu sangat susah.

Untuk menjelaskan tentang hakikat keberadaan itu misteri, kerena hal itu sulit untuk kita pecahkan. akses kita tentang keberadaan itu hanya terjadi dalam konsep kesadaran. kita tidak bis aberfikir secara mutlak. dalam artian yang ada itu tidak mutlak hal itu berada.

lalu pertanyaanku apakah tuhan itu benar-benar ada? aataukah tuhan itu hanya berada bagi mereka yang menganut agama. dan ada yang tersebut adalah proses yang berawal dari mengada. barangkali itu pertanyaan yang mungkin sebagian orang sudah menganggap lawas atau bahakan sudah basi.

namun .pemikiran tentang "ada" ini meneurut hemat kami akan membwa pemahaman yang benar tentang apa yang kita yakini. kesadaran yang salama kita baganun bayak bertumpu pda pengalaman empiri sehingga pembuktiaanya cenderung lari pada hal yang ada pada materi.

pembenaran tentang yang ada itu cenderung pralel dengan apa yang kita dapatkan melai yang nyata. sedangkan ada fakta yang sifatnya transinden yang sering kita sangkal. dan bahkan meurt orang yang ateis hal itu tidak ada bahkan dia menfikan yang ada di luar dirinya.

antara yang ada dan mengada itu cendrung mempunyai kesamaan dan bahkan kemiripan yang menurut saya kadang sulit untuk kita buktikan. kita ini tidak bisa mengatakan secra pasti tentang apa yang benar-benar ada kerena kita jauh dari hakikat yang. dan kita ini cendrung hanya mengada.
itulah sesi kuliah yang aku dapatkan di siang ini dari dosen

Selanjutnya

Tokoh Postmodern-Postrukturalis

Tokoh Postmodern-Postrukturalis
Roland Bartes (1915-1980)

Dia bersal dar prancis namun hampir seluruh  hidup dihabiskan belajar diluar prancis. Dia tertarik dengan semeotika (tanda)  karya  terkenalnya adalah Mythologies.

Gilles Deleuze (1925-1995)
Ia  professor  di Uneversitas Paris VIII, tulisan dia banyak menulis sastra dan film beberapa tulisan dia yang terkenal adalah Capitalism And Schizopherenia: Anti-Oedipus Dan A Thausand Plateaus, kedua karaya ini di susun dengan teman filsufnya Felix Guattari

Jacques Derrida (1930-)
Dia lahir di al-jazair kemudia pindah ke Prancis untuk beljar di  Ecole Normale Superieure.  Dalam ajaranya filsafat adalah wacana sastra manusia yang sama dengan wacana lain, dan tidak dapat berbicara mengenai kebenaran  yang tidak terkungkung oleh waktu dan bersifat abstrak. Dia mashur dengan bebrapa istilah yang menjadi pijakan pemikiran dia seperti “Difference” dan “Dekontruksi”. Bebrapa karangan dia yang terkenal adalah  Of Grammatology, Writing And Difference Dan Spirit Of Marx. Minat dia adalah terhadap hazanah sastra,, Filsafat, Seni , Etika, Agama, dan politik.

Michel Foucault (1926-1984) 
Dia merupakan pemikir Prancis yang menaruh kecurugaan terhadap semua kekutan di belakang pengetahuan: siapa yang berhak mengatakan kebenaran kepada anda? ia mengikuti  NIetzche dalam berusaha melacak dasar pemikiran atau dogma, “arkeologi” dalam disiplin ilmiah.  Dia menulis isu tentang  berbagai  kajian lintas budaya  seperti  bagai mana kita memperlakuakan kegilaan,  kejahatan, penyiksaan dan seksualitas.  Adapun naskah penting dia adalah Madness And Civilization, The History Of Sexuality, Dan Archeology Of Knowledge.

Luce Irigaray (1932-)
Dia merupakan pemikir feminis prancis dan berpraktek sebagai analis. Dia banyak menyoal maskulin dalam pandngan filsafat barat.  Tulisan filsafat dia banyak menggunakan liris  dan puitis ketimbang sisteatis dan logis. Karang dia yang terkenal adalah Speculum Of The Other Women , This Sex Wich Is Not One, Dan An Ethics Of Sexual Difference.

Julia Kristeva (1941-)
Dia merupakan pemikir feminis dari bulgeria , dan datang untuk bekerja di paris tahun 1960-an ia bekerja dengan Derrida dan kelompok pemikira radikal lain dalam kelompok TElQuel. Dia kamudian bekerja di  di bidanag seksualitas, femeinisme etika, dan kesehatan mintal.  Tulisan dia anatara lain; Tales Of Love, Strengers To Ourselves, New Maladies Of Soul,  Dan Black Sun: Depression And Milancolia. Ia professor linguistik di uneversitas paris VII dan seorang Pisikoanalisis.

Jagues lacan (1901-1981)
Lacan menegembangkan karya frued di prancis, ide has dia adalah bahwa ” jiwa” kita atau “diri” kita di bentuk oleh bahasa selama kita tumbuh. Tidak ada “diri” aktual dalam diri kita.  Bahasa dunia wacana manusia memebentuk kita dan diri kita. Pemikiranya banyak berpenagruh pada tokoh postmodern tertuma pada Irigaray dan Kristeve.

Emmanuel levinas (1906-1995)
Dia dari Lithuania dating ke prancis pada tahun 1930-an yang latanr blakang dia adalah yahudi.  Dan merasa prihatain tentang “ada” dan “jati diri” yang terlau berat sebelah dalam filsafat barat. Dia membawa kajian etika kedalam eksistensi. Karangan dia yang terkenal adalah Time And The Other, Totally And Infinty, dan Other Wise Than Being.

Jean francois lyotard    
Lyotard mengajar di uneversitas Paris VIII di Vencennes dan di Uneversitas California di Irvine. Ia meninggalakan filsafat barat barat klasik yang berusaha menyususn penjelsan menyeluruh dan kebenran abadi. Kata dia kalau haldemikian yang di kembangkan kita hanya akan mendapatkan pemahaman yang parsial. Naskah karangan dia adalah. The Postmodern Condition   


Oleh: M. Adi
Pegiat di Lembaga Kajian Filsafat Sosial  (LeKFiS)

Selanjutnya

Monday, February 10, 2014

“Kenapa Fakum Di Media”


“Kenapa Fakum Di Media”
OLEH: M.ADI
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yogyakarta
Fakultas Usuluddin Aqidah dan Filsafa

Setelah sekian lama aku fakum menulis di Media, teman-teman seperjuanganku banyak yang bertanya kenapa aku harus berhenti menulis di Media?. Pertanyaan itu selalu menghampiriku tiap bertemu dengan mereka. Namun aku sering kali tidak menghiraukan dan bahkan memalingkan pertanyaan itu pada yang lain
Selanjutnya

Sunday, December 8, 2013

Catatan Wujud menurut Mulla Sardra

Catatan Wujud menurut Mulla Sardra
OLEH: M.ADI
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yogyakarta
Fakultas Usuluddin Agidah dan Filsaf
Mulla sardra adalah merupakan tokoh yang eksisitensialis, dia punnya anggapan eksistensi lebih mendahului esensi. Mengenai wujud menerut dia ada yang  Tasyakkil Wujud yang berarti ada “keragaman wujud”. Wujud yang mutlak adalah realitas atau kenyataan yang bertingkat-tingkat. Analogi ini adalah realitas yang bergradasi yang di kenal dengan Tasbihul Wujud ada kesrupaan wujud yang melalui pencerapan cahaya.
Wujud yang bertingkat-tingkat itu terus begrak. Bergerak keseluruhan semuanya berevolusi. Evolusi itu adalah Harakah Al-Jauhariyah stiap titik dalam wujud yang bertingkat-tingkat mengalami evolusi terus menerus  dalam suatu gerakan subtansial.
Ijtihad Al-Aqil Bi Al-Ma’kul, Gerakan ini adalah hubungan antara subyek dan obyek. Subyek, adalah Ruh Jiwa Atau Akal, sementara obyek adalah penegetahuan yang serapannya(I’lm). Jadi pertumbuhana ruh ditentukan oleh obyak-obyek penegetahuan yang dia pelajari. Jika dalam kehidupaanya manusia diisi dengan keburukan maka dalam hidupnya dia akan bergerak dalam kejahatan dan jika dalam obyek penegetahuannya diisi dengan kebaikan maka kehidupanya akan berjalan kearah yang lebih baik.
Tidak salah jika manusia yang hidup sekarang nantinya akan berjalan kearah kematian, jika dalam hidupnya dia melakukan kejahatan, itu nantinya akan beremanasi dalam kejahatan karena kehidupan manusia itu adalah gambaran bagi dirinya menuju evolusi yang selanjutnya yaitu kamatian.
Wahyu dan kenabian
Konsep wahyu dan kenabian menurut Mulla Sardra, seoerang mulla sardra  menegenai konsep kenbian, meneurut dia seorang nabi  setidaknya punya tiga karakter. Memeiliki kecerdasan teoritis Kamal Al Quwah Al Nazaryyah. Semepurna imajinasi Kamal Al Hayalyyah. Kamal Al Uluhiyyah. Tiga dimensi ketuhanan tersebut.  
Diaspora pejalanan manusia menuju yang haq
Al-Asfara Al-Arbaah
Perjalan pertama manusia menuju tuhan dia mengulas Syar Al-Haq Ila Haq, dimana manusia meningkatkan ralitas menembus tirai pembatas. Sayr Bi Al-Haq Fi Al-Haq, Menikmtai allah menyelami samudra hakita. Sayr Min Al Haq Ila Haq, Kembali ketengah semista nyata
 Sayr Fi Alhaq Bi Alhaqq, mewarnai dunia dg citra ilahiyah
Mengenai hari kebangkitan

Sardara memiliki tiga kosep kosmologi  alam Jabarut(alam fisik), Misaliyyah (intelektual). Dan Barzah. Badan yang ada dalam barzah menurut pandangan sardra. Singkatnya manusia itu berebentuk fisk  tapi sejatinya dia tetap non fisik subtansianya supra natura  atau immaterial. 
Selanjutnya